BUKIT DURI BERCERITA

Profil

Taman Bacaan Masyarakt (TBM) Bukit Duri Bercerita (Bukdur Bercerita) didirikan pada  tanggal 28 November 2019. Bertepatan dengan Hari Dongeng Nasional.  Meski usia TBM ini baru seumur jagung, kegiatan sangat dinamis dan menarik baik in door maupun out door. Sampai Saat ini, Seluruh kegiatan TBM Bukit Duri Bercerita masih didanai oleh dana pribadi atau mandiri. Taman bacaan yang terletak di daerah bukit duri tanjakan III No 8 ini didirikan oleh Kak Ning Nong/ safrudiningsih dan Kak Sur/Suradi


Visi dan Misi 

Visi

Meningkatkan minat baca dan minat belajar berbagai keterampilan lebih tinggi di kalangan anak-anak dan remaja di Jakarta, khusunya di wilayah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan melalui berbagai kegiatan rutin di TBM dan kegiatan outing ke tempat-tempat terkait yang menggugah pembelajaran. Selain itu meningkatkan kecerdasan masyarakat dengan menerbitkan buku yang berguna dan juga kegiatan UMKM untuk pemberdayaan masyarakat sekitar. 

Misi 

Menebarkan semangat kebaikan melalui kegiatan belajar, penanaman nilai-nilai moral, karakter, edukasi penggunaan media sosial, peningkatan minat baca, pemberian keterampilan  kepada anak-anak dan remaja sehingga menunjang kemampuan belajar di sekolah dan bersosial di masyarakat, dan peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat sekitar.


Bukit Duri Bercerita Resmi Menjadi Yayasan

Pada tanggal 30 Agustus 2021, pengurus yayasan Bukit Duri Bercerita menandatangani akta yayasan yang disaksikan notaris Lenny Helena, S.H.

BUKIT DURI BERCERITA TELAH BERBADAN HUKUM 

.

YAYASAN BUKIT DURI BERCERITA- Berkedudukan   di  Jakarta Selatan dengan Akta Notaris Nomor 09 Tanggal 30 Agustus 2021 yang dibuat oleh  NOTARIS LENY S.H., M.Kn. yang berkedudukan  di Kabupaten Bekasi.

Dicetak pada tangga, 01 September 2021. Daftar Yayasan Nomor AHU-0027387. AH. 01.12. Tahun 2021 Tanggal 01 September 2021

HIGHLIGHTS


HARI LITERASI INTERNASIONAL- Setiap tanggal 8 September, masyarakat dunia memperingati apa yang disebut  International Literacy Day atau Hari Literasi Internasional. Penetapan Hari Literasi Internasional oleh oleh UNESCO sebagai peringatan untuk menjaga pentingnya melek huruf bagi setiap manusia, komunitas, dan masyarakat.

Mari kita gunakan momentum ini untuk terus membangkitkan semangat membaca di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan keluarga kita sendiri. Dari keluarga habibt membaca kemudian ditularkan dan dikembangkan ke masyarakat, niscaya akan terbangun masyarakat yang terdidik, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita atau informasi sampah, seperti hoaks. 


Literasi juga semestinya disosialisasikan pada pengguna media sosial agar bijak dan cerdas menggunakan dan memanfaatkannya. Jangan sampai karena tidak tahu, tidak membaca, kita terbawa arus informasi menyesatkan.